Awas! 4 Makanan Ini Ternyata Berbahaya Bagi Bayi

Sebagai orang tua, tentu Mom and Dad ingin memberikan yang terbaik bagi si kecil, termasuk dalam hal asupan gizi dalam makanan yang dikonsumsi si kecil. Segala yang baik bagi tubuh, Mom and Dad ingin berikan pada si kecil agar ia dapat tumbuh dengan sehat, kuat, cerdas dan bahagia. Terlebih di saat si kecil  masih bayi dan belum bisa memilih ataupun mengerti makanan mana yang baik bagi tubuhnya. Mom and Dad pasti lebih ingin memanjakan si kecil dengan makanan sehat yang berguna untuk pertumbukannya.

Namun, tahukah Mom and Dad bahwa ada beberapa makanan yang biasa dimakan Mom and Dad tapi berbahaya jika diberikan si kecil? Mungkin beberapa jenis makanan di bawah ini sangat bermanfaat bagi tubuh, tapi ternyata berbahaya jika masuk ke dalam tubuh bayi. Apa saja makanan tersebut? Yuk intip bersama!

  1. Madu

Bagi masyarakat zaman dulu, madu yang dioleskan pada bibir bayi dipercaya akan membuat warna bibir bayi tersebut akan lebih indah dan merona. Atau beberapa manfaat baik lain madu bagi tubuh manusia. Tapi, sebenarnya meski madu ini sangat berguna bagi tubuh manusia, hal ini tidak berlaku pada tubuh bayi di bawah satu tahun. Sebaliknya, madu yang masuk ke dalam tubuh bayi di bawah satu tahun akan menjadi racun bagi bayi. Spora bakteri yang terkandung dalam madu, clostridium batullinum, akan membuat bayi terkena botulisme.

Botulisme pada bayi sendiri biasanya dimulai dengan gejala awal bayi yang kesulitan buang air besar (dalam beberapa kasus terjadi diare, mual, muntah), leher, lengan, dan kakinya lunglai, menangis dengan lemah (diakibatkan oleh lemah otot), tidak kuat menyusus, dan lesu. Jika ditangani dengan baik, racun ini dapat menyebabkan kematian dalam kurun waktu 24 jam. Hal ini karena toksin tersebut akan menyebar ke dalam tubuh bayi, termasuk system pernafasan dan pencernaan.

  1. Garam

Setelah 6 bulan mengkonsumsi ASI Ekslusif dari Mom, bayi mulai memerlukan tambahan gizi yang kini sudah tidak dapat terpenuhi jika hanya meminum ASI. Karena itulah Mom and Dad mulai memberikan MPASI (Makanan Pendamping ASI) sebagai penambah gizi. Pada usia 7-8 bulan, si kecil sudah mulai bisa mengerti dan mengenali rasa. Namun, bukan berarti Mom and Dad dapat menambahkan penyedap rasa, termasuk gula dan garam dalam makanan si kecil.

Kebutuhan konsumsi garam bagi bayi hingga usia 12 bulan hanya sekitar 1 mg/hari. Usia 1-3 tahun sekitar 1.500 mg/hari, dan usia 4-8 tahun sekitar 1.900 mg/hari. Meski begitu, kebutuhan garam ini dapat diperoleh dari makanan lain selain menambahkan langsung garam ke dalam MPASI bayi. Memberikan garam secara berlebihan pada si kecil akan menambah beban kerja ginjalnya, karena fungsi ginjal bayi belum cukup matang untuk mencerna kelebihan mineral dalam garam dapur. Mom and Dad dapat mengganti penggunaan garam dengan memberikan buah, sayuran, atau makanan laut sebagai sumber natrium bayi.

Baca juga Ini Dia Permainan Zaman Dulu yang Bermanfaat Bagi Anak

  1. Cokelat

Hampir semua orang menyukai makanan manis yang dipercaya dapat meningkatkan mood ini. Namun, sebenarnya, cokelat belum boleh diberikan pada bayi di bawah 18 bulan. Hal ini karena kandungan gula dalam cokelat dapat merusak email gigi pertama bayi. Pemberian cokelat pada usai yang belum tepat ataupun berlebihan akan membuat anak terkena obesitas di kemudian hari.

Tidak hanya itu, menurut ahli gizi Lowri Turner, konsumsi cokelat dapat meningkatkan agresifitas anak. Hal ini dikerenakan oleh kafein yang terkandung dalam cokelat yang dikonsumsi si kecil. Tidak hanya membuat anak lebih agresif, kafein dalam cokelat juga dapat membuat si kecil sulit untuk tidur. Meski begitu Mom and Dad tetap dapat memberikan cokelat pada si kecil namun dengan ukuran yang lebih kecil dengan jenis cokelat putih. Ini karena kandungan kafein dalam cokelat putih lebih sedikit dibanding dark chocolate ataupun milk chocolate.

  1. Gluten

Gluten biasanya terkandung dalam gandum dan terigu. Meski gluten dapat dijadikan sebagai sumber karbohidrat, namun sebaiknya gluten tidak dikonsumsi bayi berusia di bawah satu tahun. Hal ini dikarenakan karena system pencernaan si kecil yang belum sempurna dan kuat untuk mencerna gluten dalam gandum ataupun tepung terigu.

Selain itu, konsumsi gluten  yang biasanya terdapat dalam bubur bayi (gandum), biscuit, mie dan roti ini dapat mengurangi resiko terkena alergi pada gluten atau biasa disebut celiac. Penyakit celiac adalah penyakit gangguan pada system imun tubuh yang bereaksi pada makanan yang mengandung gluten. Gangguan ini akan memebuat system imun penderita celiac merusak usus halus atau bagian lain dalam pencernaan.  Celiac  adalah penyakit yang didapatkan dari factor keturunan, jadi jika Mom and Dad memiliki riwayat alergi pada gluten, harus lebih berhati-hati dalam memberikan konsumsi gandum ataupun terigu pada si kecil.

Memberikan makanan sesuai gizi dan kebutuhan bayi merupakan kewajiban dan keinginan orang tua. Namun, bukan berarti Mom and Dad dapat memberikan semua asupan bergisi itu pada si kecil yang tubuhnya masih rentan. Akan lebih baik jika Mom and Dad mencari tahu dan lebih berhati-hati dalam memberikan MPASI.

Apakah Mom and Dad punya resep MPASI sehat ala Mom and Dad sendiri? Atau adakah tanggapan atas artikel ini? Tulis semuanya di kolom komntar di bawah ya!

Leave a comment