Hati-Hati Baby Blues, Sindrom Paska Melahirkan yang Banyak Menyerang Ayah dan Bunda!

Hati-Hati Baby Blues, Sindrom Paska Melahirkan yang Banyak Menyerang Ayah dan Bunda!

Hadirnya seorang bayi dalam kehidupan sebuah keluarga, tentu saja membawa banyak perubahan yang secara sadar atau tidak terjadi pada keluarga tersebut. Dimulai saat kehamilan hingga melahirkan menjadi saat-saat yang penuh dengan emosi. Namun, tahukah Ayah Bunda jika setelah bayi lahir pun, Ayah Bunda harus tetap bertarung dengan emosi hingga sekitar 2 minggu setelah melahirkan?

Namanya adalah baby blues syndrome atau sindrom baby blues. Ingin tahu apa itu sindrom baby blues? Siapa saja yang bisa terkena sindrom tersebut? Apa  penyebab baby blues dan bagaimana cara mengobatinya? Yuk simak bersama!

  1. Apa itu baby blues syndrome

Baby blues syndrome adalah perasaan yang tidak menentu setelah melahirkan. Baby blues biasanya akan memuncak pada hari ketiga hingga kelima paska kelahiran dan berlangsung antara 1-2 minggu setelah bayi lahir. Tidak kurang dari 50% bunda baru mengalami gejala baby blues ini. Gejalanya pun beragam. Bunda baru bisa tiba-tiba menjadi sangat sedih, merasa kesal dan marah tanpa alasan yang jelas, mudah tersinggung, perasaan cemas dan kurang nyaman, bahkan bunda bisa merasa bersalah dan malu.

Sebenarnya, baby blues tidak hanya terjadi pada Ibu yang selesai melahirkan, tapi juga ayah bayi yang baru lahir tersebut. Namun, gejala yang terjadi antara atara Ayah dan Bunda cenderung berbeda. Secara umum baby blues yang terjadi pada ayah meliputi perasaan mudah stress, kekhawatiran akan uang, hingga takut dengan perannya yang baru sebagai seorang ayah. Kondisi Ayah ayang belum siap menjadi orang tua membuatnya cenderung cemburu bahkan menghindari tangisan si kecil.

  1. Apa sih yang menyebabkan baby blues syndrome?

Terdapat beberapa alasan mengapa baby blues dapat terjadi pada Ayah dan Bunda. Penyebab utama  adalah karena adanya hormone yang tidak stabil dalam diri Bunda. Para ahli menyatakan jika penurunan hormon esterogen, progesterone, dan hormone lainnya terjadi setelah saat melahirkan yang melalahkan. Ditambah dengan nustrisi yang harus terbagi untuk ASI yang keluar, membuat Bunda menjadi lebih mudah lelah.

Selain itu, tanggung jawab baru menjadi orang tua membuat Ayah dan Bunda menjadi lebih mudah stress dan cemas. Rasa takut, cemas dan kurangnya kesiapan dalam merawat dan mendidik bayi dengan baik.  Keberadaan bayi yang kini dirasakan secara nyata menjadi pecutan keras akan tanggung jawa dan kewajiban Ayah Bunda sebagai orang tua. Kurangnya kesiapan mental ini juga menjadi alasan baby blues syndrome dapat dengan mudah dirasakan Ayah dan Bunda.

Baca juga Awas Mom, Mom-Shaming Bisa Bikin Stress Lho!

  1. Bagaimana cara mengatasi baby blue syndrome?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan Ayah Bunda untuk menangani baby blues syndrome ini. Pertama, usahakan banyak komunikasi. Jika Ayah Bunda merasa cemas, tidak yakin, ataupun takut, Ayah Bunda bisa saling berkomunkasi dan mengungkapkan apa yang dirasakan satu sama lain. Berkomunkasi juga bisa menjadi salah satu jalan untuk melepas stress saat merawat si kecil. Meski waktu untuk berkomunikasi yang terbatas, yang terpenting adalah saat berkomunikasi yang berkualitas.

Kedua, beristirahat dan bersantai. Meski hal ini tidak mudah, usahakan Ayah dan Bunda memperbanyak istirahat. Bisa dengan cara menjaga si kecil yang bergantian ataupun, Ayah Bunda bisa ikut tidur jika si kecil tidur. Pengaturan waktu istirahat ini bisa didiskusikan kembali agar Ayah Bunda sesuai dengan kesibukan masing-masing. Kesandaran akan tanggung jawab yang sama besar antara Ayah dan Bunda harus dapat diseimbangkan dengan aktivitas sehari-hari.

Ketiga, tidak terburu-buru. Kesadaran atas posisi Ayah dan Bunda yang mungkin baru menjadi orang tua mungkin akan membuat Ayah Bunda terbebani dan merasa kesal jika ada hal yang belum bisa dilakukan dengan baik. Namun, harus Ayah Bunda ingat bahwa semuanya memilki awal dimana mungkin Ayah Bunda masih belum bisa, terbiasa bahkan sempurna dalam merawat dan mendidik si kecil. Aayah Bunda dapat dengan perlahan membenahi diri seiring dengan pertumbuhan si kecil, bukan malah berusaha melompat menjadi “orang tua sempurna”.

Nah, untuk langkah awal menjadi orang tua yang baik untuk si kecil, Ayah Bunda bisa mulai dengan rajin membacakan dongeng. Karena, mendongeng tidak hanya dapat menjalin hubungan yang lebih erat antara Ayah Bunda dan si kecil, mendongeng juga bisa menjadi jalan mengasah kemampuan mengingat bayi. Karena jarak pandang bayi yang baru lahir masih terbatas, mendongeng dapat menjadikan sarana untuk mengenalkan suara Ayah Bunda pada si kecil.

Ayah Bunda dapat mendapatkan aplikasi mendongeng, Interactive Story Book, di Google Play dengan mengetik keyword Funtasplay. Funtasplay memiliki banyak kisah seru,  misalnya saja Cinderella, Snow White, Jack and Beanstalk, Rapunzel, dan lain-lain. Ayah dan Bunda dapat membacakan dongeng-dongeng dari Funtasplay tersebut dengan lantang dan jelas.

Melalui dongeng dari Funtasplay juga, Ayah Bunda dapat mulai mengasah kemampuan otak si kecil. Menambah kosakata dan mengaktifkan simpul syaraf  otak dapat dilakukan dengan mendongeng Funtasplay. Dengan begitu, otak si kecil menjadi lebih aktif, lebih peka dan mengoptimalkan tumbuh kembang bayi.

Ayah Bunda, baby blues dapat berubah menjadi depresi paska melahirkan jika tidak dipahami dan diatasi dengan benar. Oleh karena itu, Ayah dan Bunda harus berhati-hati agar baby blues ini tidak membawa dampak yang lebih besar. Kalo Ayah dan Bunda, punya resep tersendiri untuk menghadapi baby blues tidak? Yuk komen resepnya di bawah!

Leave a comment