Ini Dia Cara Efektif Mengkritik Anak

Mengkritik menjadi salah satu cara yang dinilai banyak orang tua efektif untuk memperbaiki sikap anak. Tapi, tahukah Mom and Dad jika sebenarnya kritikan yang disampaikan dengan cara yang salah dapat membawa dampak buruk bagi mental si kecil? Bukan hanya dapat membuat si kecil menjadi penakut, tapi juga akan menghamat perkembangannya.

Memang sudah kewajiban Mom and Dad mengajarkan mana hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Lalu, bagaimana jika ingin menyampaikan kritik tersebut agar anak bisa mengerti tetapi tidak menyakiti perasaannya? Yuk simak beberapa tips dibawah ini!

  1. Dengarkan dan pahami alasan anak

Sebelum Mom and Dan mengungkapkan kritikan tersebut, ada baiknya jika Mom and Dad bertanya terlebih dahulu alasan si kecil berbuat atau bersikap seperti itu. Dengan begitu, Mom and Dad lebih bisa menilai secara objektif, sekaligus melihat celah untuk menyatakan kritik tersebut. Bukan semata-mata mengkritik tanpa mau mendengarkan penjelasan apapun dari si kecil. Bahkan bukan tidak mungkin ternyata alasan si kecil bersikap seperti itu adalah Mom and Dad sendiri, misalnya anak yang meniru sikap buruk orang tuanya.

Selain itu, dengan mendengarkan alasan, Mom and Dad juga dapat mengetahui pola pikir dan perasaan si kecil. Ditengah kesibukan Mom and Dad di dalam dan di luar rumah, mungkin ada saat dimana orang tua bersikap tanpa memperdulikan keadaan dan perasaan anak. Tidak hanya memudahkan Mom and Dad berpikir dengan bijak dalam mengkritik, hal ini juga dapat membantu membentuk ikatan emosi dengan si kecil.

Baca juga Jangan Lakukan Hal ini Jika Ingin Anak Mandiri!

  1. Jelaskan kesalahan dengan baik

Salah satu alasan yang membuat kritikan menjadi suatu hal yang menyakiti perasaan anak adalah ketika kritikan itu dikatakan dalam keadaan emosi, dengan suara lantang dan seolah sedang memarahi. Sikap seperti ini yang akan membuat si kecil tidak berani berkata jujur. Jika begini, Mom and Dad akan lebih sulit berkomunikasi dengan si kecil.

Sebaliknya, jika Mom and Dad dapat menjelaskan kesalahan si kecil secara tenang, tegas, dan perlahan sembari menatap mata si kecil. Dengan begitu, anak dapat merasa nyaman saat mendengar kritik yang orangtua sampaikan. Mom and Dad dapat memulai member masukan kepada anak dengan mengatakan bahwa kalian menghargai apa yang si kecil lakukan. Selanjutnya Mom and Dad baru memberikan kritikan atas sikap si kecil, kemudian ditutup dengan ungkapan sayang Mom and Dad pada si kecil.

  1. Tawarkan solusi

Setelah mendengar dan menyampaikan pendapat mengenai sikap si kecil, Mom and Dad dapat membantunya memperbaiki sikap dengan memberikan saran. Mom and Dad dapat memberikan beberapa pilihan sebagai saran dan membiarkan si kecil menentukan pilihannya sendiri. Dengan begitu, Mom and Dad tidak hanya dapat mengontrol sikap si kecil, tapi juga membuat ia belajar bertanggung jawab atas pilihannya.

Jika sudah begitu, Mom and Dad tidak akan menjadi orang tua yang hanya bisa mengkritik si kecil tanpa memberi alasan mengapa ia mendapat kritikan dan membantu menyelesaikan permasalahannya. Sehingga, si kecil tidak merasa hidup dalam larangan orang tua, tapi menyadari bahwa ia juga memiliki kebebasan untuk memilih apa yang boleh ia lakukan.

Tidak ada hal yang mudah saat menjadi orang tua, bahkan saat akan menyampaikan pendapat. Mesi begitu, sudah sepatutnya Mom and Dad bisa lebih bijak dalam mengajarkan dan menjaga sikap anak. Tidak bisa dibebaskan berperilaku tidak baik, terus diatur pun tidak baik. Kembali lagi pada bagaimana Mom and Dad bersikap. Bisa jadi dengan jalan bertukar pendapat dengan anak dapat membawa kebaikan lebih. Atau Mom and Dad memiliki cara tersendiri untuk mengkritik anak? Yuk sampaikan di kolom komentar!

Leave a comment