Jangan Lakukan Hal ini Jika Ingin Anak Mandiri!

 

Source http://www.pendidikankarakter.com/bagaimana-membentuk-karakter-mandiri-pada-anak/

Sebagai orang tua, Ayah Bunda pasti ingin si kecil tumbuh sehat, cerdas, baik, dan mandiri. Dan demi menjadikan buah hati menjadi sosok yang diinginkan, orang tua bersedia melakukan banyak hal. Misalnya, mendidiknya dengan keras agar anak lebih disiplin atau bahkan mengabulkan semua yang anak inginkan. Namun tahukah Ayah Bunda, jika cara tersebut tidak selamanya benar? Terlebih jika ingin anak lebih mandiri. Dibawah ini ada hal-hal yang tidak boleh Ayah Bunda lakukan jika ingin si kecil menjadi anak yang mandiri. Apa saja itu? Yuk cek barsama!

  1. Memaksa anak melakukan sesuatu

Terkadang banyak orang tua yang merasa jika memaksakan anak melakukan sesuatu dapat membantu membuat anak mandiri. Tanpa sadar bahwa sang anak tidak ingin melakukannya. Mungkin Ayah Bunda hanya ingin anak mencoba berusaha sendiri agar ia terbiasa mandiri. Namun, ada baiknya jika Ayah Bunda mencontohkan dan mengajarkan rutinitas sehari-hari dengan perlahan.

Source https://www.hijaz.id/58333/wawasan/akhlak/apakah-orang-tua-berdosa-jika-memaksa-anak-untuk-berpuasa

Misalnya jika si kecil akan mandi, Ayah Bunda bisa mengatakan “Biar abis mandi nanti nggak kedinginan, bawa handuknya ke dalam sekalian ya,”. Ataupun penerapan kebiasaan baik lainnya. Yang menjadi poin utamanya adalah bagaimana Ayah Bunda bisa menyampaikannya dengan baik agar si kecil bersedia melakukannya dengan senang hati.

  1. Selalu menuruti kemauan anak

Sebagai orang tua, Ayah Bunda pasti ingin si kecil bahagia, dan menuruti semua kemauannya menjadi pilihan banyak orang tua. Namun, dengan melakukan hal ini tidak membuat anak lebih mandiri, melainkan menjadi sosok yang manja dan malas. Dampaknya, si kecil akan selalu mengandalkan orang lain, sebagaimana Ayah Bunda yang selalu mengabulkan semua keinginannya.

Source http://smartmama.com/2016/11/10/5-efek-negatif-selalu-menuruti-keinginan-anak/

Oleh karena itu, dibanding dengan selalu menuruti keinginan anak, Ayah Bunda bisa lebih mengajarkan tanggung jawab. Hal-hal apa saja yang menjadi tanggung jawab si kecil dan melatihnya untuk mandiri mengerjakan tugasnya. Misalnya saat membantu anak mengerjakan tugas, Ayah Bunda bisa membiarkan si kecil mengerjakan tugasnya terlebih dahulu hingga selesai atau hingga ia sudah benar-benar tidak bisa mengerjakan. Baru setelah itu Ayah Bunda bisa mulai membantunya, tanpa menyalahkannya karena tidak bisa menyelesaikan soal ataupun salah dalam menjawab, Ayah Bunda dapat mengatakan, “Soalnya sulit ya? Ayo kita coba cari jawabannya bareng-bareng”.

Baca juga Ini Dia Cara Efektif Mengkritik Anak

  1. Melarang tanpa memberi tahu alasannya

Ini adalah salah satu hal yang banyak dilakukan oleh orang tua. Melarang anaknya dengan suara keras bahkan membentak, tetapi tidak dijelaskan mengapa hal itu dilarang. Si kecil yang belum lama hidup di luar rahim ibunya, memiliki banyak hal yang ingin dia ketahui. Meski larangan itu merupakan bentuk perlidungan kepada si kecil, namun hal itu bukan berarti Ayah Bunda melarang dengan keras.

Source https://health.detik.com/ibu-dan-anak/2494069/begini-caranya-melarang-anak-tanpa-gunakan-kata-tidak-atau-jangan

Sebaliknya, Ayah Bunda dapat memberitahu resiko apa yang akan terjadi jika sang anak tetap ingin melakukan hal itu ataupun meminta agar si kecil untuk lebih berhati-hati. Misalnya jika si kecil ingin membantu Bunda memasak, Bunda bisa mengatakan pada si kecil “Pisau itu tajam, kamu bisa terluka dan berdarah. Jika tidak ingin terluka, kamu harus memegangnya seperti ini,”. Dengan begitu anak bisa lebih mengeksplor banyak hal tanpa merasa terbatasi dan Ayah Bunda bisa lebih tenang.

  1. Tidak bermain dengan anak

Banyak orang tua yang lebih memilih memberikan anak banyak mainan atau gadget agar anak bisa lebih tenang dan tidak mengganggu kegiatan mereka. Tapi, sebenarnya hal itu tidak boleh dilakukan karena dengan perlahan bisa merenggangkan hubungan orang tua dan anak itu sendiri. Sang anak akan lebih suka bermain, berpikir dan melakukan banyak hal sesuai keinginannya, tanpa peduli pada pendapat orang tua. Kalau sudah begini, bagaimana lagi Ayah Bunda akan memposisikan diri di depan si kecil?

Source https://kamarbayiku.wordpress.com/2014/10/15/dampak-orang-tua-cuek-pada-anak/

Jadi, sebelum hal itu terjadi, Ayah Bunda bisa mulai membangun kedekatan dengan si kecil. Dibandingkan dengan membelikan banyak mainan, Ayah Bunda bisa mengajak meraka bermain bersama dengan mainan yang sudah ada. Dibandingkan anak dibiarkan mengakses internet dengan bebas, Ayah Bunda bisa mendongeng melalui aplikasi intercative book kepada anak. Dengan begitu, kedekatan emosional bisa lebih terjalin.

Ayah Bunda dapat mendapatkan aplikasi mendongeng, Interactive Story Book, di Google Play dengan mengetik keyword Funtasplay. Funtasplay memiliki banyak kisah seru dan bermanfaat untuk melatih kepribadian anak, misalnya saja Cinderella, Snow White, Jack and Beanstalk, Rapunzel, dan lain-lain.

Selain ceritanya menarik, di dalam Interactive Story Book itu, juga terdapat mini games yang dapat meningkatkan kecerdasan anak. Dengan begitu si kecil bisa belajar sekaligus bermain bersama orang tua tersayangnya. Pengawasan terhadap hal-hal baru bagi buah hati pun bisa dikontrol, dengan begitu anak bisa lebih terjaga. Ayo dicoba! Kisah apa yang ingin Ayah Bunda ceritakan hari ini?

Kemandirian yang sebenarnya muncul karena kebiasaan yang ditanamkan bersama kebahagiaan. Bukan paksaan ataupun larangan. Dengan begitu, anak bisa mandiri, serta dengan kesenangan dan puas jika bisa melakukan tanggung jawab dan rutinitasnya sendiri tanpa bantuan. Apakah Mom and Dad sendiri memiliki resep membuat si kecil lebih mandiri? Ayo ceritakan di kolom komen di bawah ya!

Leave a comment